Rabu, 11 April 2018

DESAIN PENILAIAN PERFORMANCE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

DESAIN PENILAIAN PERFORMANCE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENGERTIAN ASSESSMEN
Assessmen menurut Blaustein (Ibrahim, 2005) adalah proses mengumpulkan informasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. Sejalan dengan itu, dalam konteks pembelajaran, assessmen menurut Arends (2008) adalah proses pengumpulan informasi dan sintesis oleh guru mengenai peserta didiknya dan kelasnya. Merujuk pada tujuan assessmen dan kompetensi yang dilatihkan di sekolah, maka diperlukan variasi rancangan strategi assessmen baik yang berupa tes maupun non tes untuk memperoleh potret yang jelas mengenai kemajuan siswa yang diassess.
Assessmen adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Hal ini didasarkan pada tujuan atau hasil belajar yang akan diukur dan kapan hasil belajar itu sebaiknya diukur. Ada hasil belajar yang diukur selama proses pembelajaran, ada hasil belajar yang baru dapat diukur setelah proses belajar mengajar selesai, bahkan ada hasil belajar yang hanya dapat diukur jauh setelah proses belajar itu terjadi. Tujuan utama asessmen adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, baik proses maupun produknya. Selain itu, pengumpulan informasi dalam asesmen antara lain bertujuan untuk: (1) memberikan informasi individu kepada siswa tentang sejauh mana penguasaan kompetensi oleh siswa/peserta didik dan mengidentifikasi kesulitan yang dialami, (2) memberikan informasi kepada guru tentang pemahaman siswa mengenai kompetensi yang dilatihkan dan menentukan keberlanjutannya pada kompetensi berikutnya, (3) memberikan diagnostik informasi kepada guru tentang pemahaman individu siswa atau kesulitan siswa dalam memahami topik yang baru, (4) memberikan informasi kepada guru tentang persepsi dan reaksi siswa terhadap kelas, materi, problem, atau aktivitas tertentu, dan (5) membantu siswa menemukan kelemahan dan kelebihan mereka dalam menguasai kompetensi dasar matematika (Garfield, 1994). Sebagaimana mata pelajaran lainnya, penilaian hasil belajar matematika disekolah harus mengikuti tuntutan standar penilaian dalam Kurikulum 2013 yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut Permendikbud No. 66 Tahun 2013, Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah.
Asesmen merupakan bagian yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Tujuan utama dari asesmen adalah untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, bukan sekedar untuk penentuan skor (grading). Oleh karena itu asesmen dimaksudkan sebagai suatu strategi dalam pemecahan masalah pembelajaran melalui berbagai cara pengumpulan dan penganalisisan informasi untuk pengambilan keputusan (tindakan) berkaitan dengan semua aspek pembelajaran (Cole & Chan, 1994). Proses dari asesmen biasanya memerlukan tingkat pemikiran analitis lebih tinggi daripada pengukuran kemampuan. Asesmen pembelajaran biasanya memerlukan serangkaian upaya untuk menjawab pertanyaan yang spesifik. Misalnya, seorang guru ingin mengungkap permasalahan matematika apa yang dihadapi oleh seorang siswa, dan bagaimana cara membantu siswa tersebut agar kemampuannya dapat berkembang secara optimal. Tentu saja guru itu harus mengumpulkan banyak informasi mengenai siswa tersebut seotentik mungkin melalui proses asesmen. Informasi seperti ini sangat membantu guru mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi siswa sebelum ia memutuskan tindakan yang akan dilakukan untuk membantu siswa tersebut. Di lain pihak, asesmen dipandang sebagai kegiatan yang biasa dilakukan terpisah dari pembelajaran dan umumnya dilakukan melalui tes pencapaian (achievement test). Tes seperti ini biasanya dilakukan di akhir kegiatan pembelajaran untuk mengukur hasil belajar siswa. Banyak argumen yang menyatakan bahwa tes pencapaian sampai sekarang ini masih relevan untuk mengukur hasil dari proses belajar dan menentukan siswa dalam kegiatan remediasi sebagai upaya penuntasan belajar.

PENILAIAN KINERJA
Penilaian kinerja adalah penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Oleh karena itu dalam penilaian kinerja diperlukan instrumen berupa lembar pengamatan atau lembar observasi. Penilaian kinerja berguna untuk mengukur keterampilan siswa melakukan kinerja tertentu. Contoh kinerja yang dapat diamati antara lain: bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, menggunakan peralatan laboratorium, mengoperasikan suatu alat.
Beberapa hal berikut ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan penilaian kinerja (Pedoman Penilaian Kelas, 2004: 15-16).
1. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan agar dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja suatu kompetensi
2. Ketepatan dan kelengkapan aspek yang akan dinilai dalam suatu kinerja
3. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
4. Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak sehingga semua dapat diamati
5. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati.
Penilaian kinerja dapat dilakukan melalui: (1) penilaian tertulis (paper and pencil), (2) identifikasi, (3) simulasi, dan (4) memberi contoh kerja (work sample).
Muhammad Nur menjelaskan beberapa komponen-komponen dari penilaian kinerja dalam suatu pembelajaran, antara lain: (a) Tugas-tugas yang menghendaki siswa menggunakan pengetahuan dan proses yang telah dipelajari. (b) Ceklis yang mengidentifikasi elemen-elemen tindakan atau hasil yang diperiksa. (c) Seperangkat deskripsi dari suatu proses dan/atau suatu continum nilai kualitas (rubrik) yang digunakan sebagai dasar untuk menilai keseluruhan tugas. (d) Contoh-contoh dengan mutu yang sangat baik sebagai model dari pekerjaan yang harus dikerjakan.
Adapun kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam menyusun tugas kinerja adalah sebagai berikut: (a) Esensial (essential), yakni tugas tersebut sesuai dengan tuntutan kurikulum; (b) Otentik (authentic), yakni suatu proses penyelesaian tugas tersebut sesuai dengan disiplin ilmu; (c) Kaya (rich), yakni tugas tersebut mengarahkan pada masalah atau pertanyaan lain; (d) Mendorong (enganging), yakni tugas tersebut menarik minat siswa untuk mengerjakan; (e) Aktif (active), dalam hal ini siswalah yang mengerjakan dan mengambil keputusan terhadap tugas tersebut; (f) Memungkinkan (feasible), yakni tugas tersebut dapat terselesaikan di sekolah, maupun dirumah, juga aman sesuai dengan tingkat perkembangan siswa; (g) Layak (equitable), yakni tugas tersebut dimungkinkan untuk dikerjakan oleh siswa dari berbagai tingkat kemampuan; (i) Terbuka (open), yakni tugas tersebut memiliki lebih dari satu jawaban benar, sehingga akan memungkinkan untuk dikerjakan melalui berbagai macam pendekatan. Dalam kegiatan penilaian kinerja, pengamatan dilakukan pada saat terjadi proses kinerja.
1. Penilaian kinerja dalam pembelajaran matematika
Mengingat bahwa kemampuan kinerja dalam matematika tak dapat dipisahkan dari kemampuan kognitifnya (dalam hal ini pemahaman konsep dan penalarannya) maka uraian tugas pada instrumen penilaian kinerja terintegrasi dengan instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif.
Instrumen penilaian Kinerja kemampuan matematika dapat terdiri dari lembar pengamatan saja (misalnya dalam kegiatan menggambar dan memberi nama sudut, membagi sudut yang telah diketahui menjadi dua sama besar) atau kombinasi penilaian tertulis dan pengamatan (misalnya  dalam kegiatan menggambar benda yang disebutkan sifat-sifatnya). Pada lembar pengamatan harus didefinisikan aspek yang dinilai berupa perilaku yang diharapkan muncul dari siswa selama proses kinerja. Selain itu juga dicantumkan cara penilaian atau pedoman penyekoran. Instrumen penilaian kinerja dapat terdiri dari lembar pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check list) dan dengan skala rentang (rating scale).
Standar kinerja juga ditetapkan dengan menggunakan rubrik penskoran atau kartu penilaian. Rubrik penskoran adalah seperangkat standar penilaian yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja siswa dan mengakses kinerja siswa33 . Untuk menilai kinerja siswa,dalam rubrik penskoran digunakan kriteria-kriteria tertentu yang bergerak dari umum ke khusus. Rubrik yang digunakan memuat empat skala tangkatan (level) dari superior sampai tidak memuaskan.

Tabel. Rubrik Penskoran Umum
Tingkatan
(Level)
Kriteria Umun
Kriteria Khusus
4
Superior
a) Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap konsep-konsep
b)   Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
c)    Komputasinya benar
d)   Tulisan penjelasannya patut dicontoh
e)    Diagram/Tabel/Grafik tepat
f)    Melebihi permintaan masalah yang diinginkan

3
Memuaskan dengan sedikit kekurangan
a) Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap konsep-konsep
b)   Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
c)    Komputasinya benar
d)   Tulisan penjelasannya patut dicontoh
e)    Diagram/Tabel/Grafik tepat
f)    Melebihi permintaan masalah yang diinginkan

2
Cukup memuaskan dengan banyak kekurangan
a) Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap konsep-konsep
b)   Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
c)    Komputasinya benar
d)   Tulisan penjelasannya patut dicontoh
e)    Diagram/Tabel/Grafik tepat
f)    Melebihi permintaan masalah yang diinginkan

1
Tidak Memuaskan
a) Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap konsep-konsep
b)   Menggunakan strategi-strategi yang sesuai
c)    Komputasinya benar
d)   Tulisan penjelasannya patut dicontoh
e)    Diagram/Tabel/Grafik tepat
f)    Melebihi permintaan masalah yang diinginkan


Pertanyaan:
Tidak semua tugas dalam pembelajaran matematika bisa digunakan penilaian kinerja, bagaimanakah cara kita mengetahui tugas yang sesuai dalam Penilaian Kinerja?

8 komentar:

  1. Seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel, bahwasannya penilaian kinerja hanya digunakan untuk menilai kemampuan kognitif dan penalaran...jd bagaimana kita mengguanakan penilaian kinerja ini saat kita memberikan tugas yng sifatnya membutuhkan kemampuan kognitif dan penalaran siswa.

    BalasHapus
  2. Penilaian kinerja adalah penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu.Contoh kinerja yang dapat diamati antara lain: bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, menggunakan peralatan laboratorium, mengoperasikan suatu alat.nah pada matematika yg mana sih tugas yg memerlukan kinerja? Contohnya, pengenalan unsur-unsur bangun ruang, siswa diajak melakukan proyek membuat kerangka kubus, didalam kegiatan tsb terdapat penilaian kinerja, bagaimana kemahiran siswa mengukur rusuk atau sisi2 kubus? Bagaimana mereka merangkainya, mereka menggunakan pengetahuannkognitif mereka dan menghubungkannya kedalam pembuatan proyek tsb.

    BalasHapus
  3. Menurut saya perhatikan materi tugas yang diberikan karena penilaian Kinerja dapat dilakukan dengan cara mengambil lembar pengamatan saja (misalnya dalam kegiatan menggambar dan memberi nama sudut, membagi sudut yang telah diketahui menjadi dua sama besar) atau kombinasi penilaian tertulis dan pengamatan (misalnya dalam kegiatan menggambar benda yang disebutkan sifat-sifatnya). Pada lembar pengamatan harus didefinisikan aspek yang dinilai berupa perilaku yang diharapkan muncul dari siswa selama proses kinerja. Selain itu juga dicantumkan cara penilaian atau pedoman penyekoran. Instrumen penilaian kinerja dapat terdiri dari lembar pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check list) dan dengan skala rentang (rating scale).

    BalasHapus
  4. Menurut saya harus disesuaikan dengan tujuan dilaksanakan penilaian kinerja. Tujuan penilaian kinerja adalah untuk menilai kemampuan keterampilan siswa. Akan tetapi hal itu tidak terlepas dari kemampuan kognitifnya pula. Jd buatlah penugasan-penugasan yang dapat mengukur keduanya secara bersamaan yaitu keterampilan dan kognitifnya. Biasanya tugas atau soal-soal yang berupa penalaran atau berpikir tingkat tinggi.

    BalasHapus
  5. menurut saya harus disesuaikan dengan tujuan penilaian kerja yang berkaitan dengan kemampuan kognitif peserta didik

    BalasHapus
  6. memang tidak semua penilaian dalam pendidikan matematika bisa menggunakan penilaian kinerja, Adapun kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam menyusun tugas kinerja adalah sebagai berikut: (a) Esensial (essential), yakni tugas tersebut sesuai dengan tuntutan kurikulum; (b) Otentik (authentic), yakni suatu proses penyelesaian tugas tersebut sesuai dengan disiplin ilmu; (c) Kaya (rich), yakni tugas tersebut mengarahkan pada masalah atau pertanyaan lain; (d) Mendorong (enganging), yakni tugas tersebut menarik minat siswa untuk mengerjakan; (e) Aktif (active), dalam hal ini siswalah yang mengerjakan dan mengambil keputusan terhadap tugas tersebut; (f) Memungkinkan (feasible), yakni tugas tersebut dapat terselesaikan di sekolah, maupun dirumah, juga aman sesuai dengan tingkat perkembangan siswa; (g) Layak (equitable), yakni tugas tersebut dimungkinkan untuk dikerjakan oleh siswa dari berbagai tingkat kemampuan; (i) Terbuka (open), yakni tugas tersebut memiliki lebih dari satu jawaban benar, sehingga akan memungkinkan untuk dikerjakan melalui berbagai macam pendekatan. Dalam kegiatan penilaian kinerja, pengamatan dilakukan pada saat terjadi proses kinerja.

    BalasHapus
  7. Menurut saya, cara kita mengetahui tugas yang sesuai dalam Penilaian Kinerja yaitu dengan melihat tujuan/indikator pembelajaran. Serta melihat prinsip-prinsip dari asesmen kinerja.

    BalasHapus
  8. dengna melihat indikator dan tujuan pembelajaran

    BalasHapus